Ibunda
Nabi Muhammad meninggal di sebuah desa bernama Abwa ketika beliau bersama
ibunda pulang ke Makkah dari Madinah ketika itu beliau genap berumur 6
tahun,pada waktu peristiwa penaklukan kota Makkah Rasulullah lewat di
Abwa,beliaupun meminta izin kepada Allah untuk menziarahi kuburan ibunda
beliau lalu Allahpun mengizinkan beliau,sesampainya di sana beliaupun menangis
dan membuat orang di sekeliling beliau menangis sembari
bersabda:"Lakukanlah ziarah kubur karena
ziarah kubur mengingatkan akan kematian".(HR.Muslim).
Ketika
ibunda beliau meninggal beliau diasuh oleh Ummu Aiman hamba perempuan
yang beliau warisi dari ayahanda beliau,ketika itu juga beliau di asuh kakek
beliau Abdul Muttalib,ketika beliau genap berumur 8 tahun kakek beliaupun
meninggal,sebelum meninggal Abdul Muttalib berpesan kepada anaknya Abu Thalib
untuk mengasuh cucunya tercinta,maka Abu Thalibpun memenuhi janji ayahnya,dia
menjaga,melindungi,membaking Nabi padahal sampai akhir hayatnya dia tetap
berada di atas agama nenek moyangnya,akan tetapi disebabkan peran serta
pertolongannya kepada Nabi azab yang ditimpakan Allah kepadanya di neraka
diringankan.
Tanggal 12 Rabiul Awal
ini biasa disebut Maulid Nabi atau Maulud saja. Kata maulid atau milad dalam
bahasa Arab berarti hari lahir. Jadi Maulid Nabi Muhammad SAW (bahasa Arab
mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Peringatan
Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah
Nabi Muhammad wafat. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid
Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat
nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Peringatan ini bukan sekedar
mengenang sebatas kelahiranya saja, lebih dari itu Secara subtansi, peringatan
ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kita selaku umatnya kepada
Nabi Muhammad SAW. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kita kepada
Nabi Muhammad SAW.
Diantaranya
banyak menyebut manaqib (kisah hidup) dan kepribadian beliau yang mulia,
menjalankan sunnah-sunnahnya yang agung, dan banyak bershalawat kepadanya.
Sebagaimana hadist nabi yang artinya :“Di antara umatku yang paling cinta
kepadaku adalah orang-orang yang hidup sesudahku, yang salah seorang di antara
mereka ingin melihatku walau harus mengorbankan keluarga dan harta benda.” (HR.
Muslim) Salah satu bentuk kecintaan kita kepada beliau adalah
bershalawat, sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam al quran surah al ahzab
ayat 56 yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(Al Ahzab: 56).
Asy Syaikh As Sa’di
berkata: “(Dalam ayat ini) terdapat penjelasan tentang kemuliaan Rasulullah ,
ketinggian derajatnya, mulianya kedudukan beliau di sisi Allah dan di sisi
makhluknya. Dan sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat, yaitu
memujinya di hadapan para malaikat dan kelompok makhluk yang mulia, yang
menunjukkan kecintaan-Nya kepada Nabi dan para malaikat yang dekat (dengan
Allah) memberi pujian, mendo’akan serta merendahkan diri kepadanya. Maka wahai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam
dalam rangka mengikuti Allah dan para malaikat-Nya serta sebagai balasan
baginya atas sebagian hak-hak beliau atas kalian dan untuk menyempurnakan
keimanan kalian. Mengagungkannya, mencintai dan memuliakan nya, serta untuk
menambah kebaikan-kebaikan dan menghapus kesalahan-kesalahan kalian.” (Taisir
Al Karimir Rahman, hal. 671)
Berangkat dari sini sudah
sepantasnya, kita selaku umatnya selalu bersholawat kepada nabi. sebagai
bentuk kecintaan kita kepada nabi. bersholwat ketika duduk, berdiri
ataupun berjalan. Bersholawat Ketika pagi siang sore maupun malam. Kita
berharap semoga dengan peringatan maulid nabi ini menambah kecintaan kita
kepada nabi dan kembali bersemangat menjalankan sunnah-sunnahnya yang agung .
0 komentar:
Posting Komentar