Mengenai kelahiran
Nabi Muhammad-shallallahu alaihi wasallam-,maka para ulama
mengatakan pada hari senin bulan Rabiul Awwal,namun mereka berbeda pendapat
tentang hari kelahiran Nabi atau tanggal
kelahiran beliau,ada yang mengatakan pada tanggal 1 Rabiul Awwal,ada yang
mengatakan tanggal 2,tanggal 10,8, dan 12 Rabiul Awwal,maka bisa disimpulkan
bahwa tidak ada dalil yang kuat yang bisa dijadikan sandaran mengenai tanggal
kelahiran beliau,maka bagimana dengan sebagian orang yang doyan dengan acara
peringatan maulid nabi di mana mereka terkadang
memastikan tanggal serta hari kelahiran nabi yaitu tanggal 12 Rabiul Awwal.
Ibnu
Katsir berkata:"Yang benar bahwasanya beliau lahir pada tahun
gajah,sebagimana diceritakan oleh Ibrahim Ibnul Mundzir,Khalifah Ibnul Khayyat
dan selain mereka.
Meninggalnya
Ayah Nabi Muhammad
Ayah
beliau meninggal ketika beliau masih dikandung oleh ibunda beliau,ketika beliau
terlahir beberapa hari beliau sempat disusui oleh Tsuaibah budak perempuan Abu
Lahab,lalu beliau setelah itu disusui oleh salah seorang perempuan Bani Saad
yaitu Halimah Sadiyah,beliau tinggal di bani saad selama 4 tahun,peristiwa
pembelahan dada dan dikeluarkannya pengaruh syaithan darinya juga terjadi
ketika beliau berada di sana.
Meninggalnya
Ibu Beliau
Ibunda
Nabi Muhammad meninggal di sebuah desa bernama Abwa ketika beliau bersama
ibunda pulang ke Makkah dari Madinah ketika itu beliau genap berumur 6
tahun,pada waktu peristiwa penaklukan kota Makkah Rasulullah lewat di
Abwa,beliaupun meminta izin kepada Allah untuk menziarahi kuburan ibunda
beliau lalu Allahpun mengizinkan beliau,sesampainya di sana beliaupun menangis
dan membuat orang di sekeliling beliau menangis sembari
bersabda:"Lakukanlah ziarah kubur karena
ziarah kubur mengingatkan akan kematian".(HR.Muslim).
Ketika
ibunda beliau meninggal beliau diasuh oleh Ummu Aiman hamba perempuan
yang beliau warisi dari ayahanda beliau,ketika itu juga beliau di asuh kakek
beliau Abdul Muttalib,ketika beliau genap berumur 8 tahun kakek beliaupun
meninggal,sebelum meninggal Abdul Muttalib berpesan kepada anaknya Abu Thalib
untuk mengasuh cucunya tercinta,maka Abu Thalibpun memenuhi janji ayahnya,dia
menjaga,melindungi,membaking Nabi padahal sampai akhir hayatnya dia tetap
berada di atas agama nenek moyangnya,akan tetapi disebabkan peran serta
pertolongannya kepada Nabi azab yang ditimpakan Allah kepadanya di neraka
diringankan.
0 komentar:
Posting Komentar