Minggu, 10 Februari 2013

IMAN KEPADA ALLAH




1.MA’RIFATUL IMAN (
معرفة الايمان)
DARI SEGI BAHASA, IMAN BERARTI PERCAYA
IMAN BERASAL DARI BAHASA ARAB 
امن  يوءمن  ايمانا
YANG BERATI PERCAYA, MEMBENARKAN
Menurut bahasa pengertian iman adalah “ Pengakuan kebenaran sesuatu dengan hati”
Di dalam Islam pengertian Iman adalah
الايمان  هو تصديق بالقلب واقرار باللسان وعمل بالاركان
Iman  adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan
ADAPUN PENDAPAT PARA PAKAR ANTARA LAIN:
  1. ABUL A’LA AL MAUDUDI
            Tauhid is the bedrock of Islam, its foundation its essence: Iman adalah akar landasan Islam, dasar dan pokoknya.
  1. MAHADMA GANDHI
            Without prayer, I should have been a lunatic long ago: Kalau tidak karena iman, sudah lama saya hancur.
  1. PROF WILLIAM JAMES
            Faith is one of the forces by which men live and the total ebsence of it means collapse: Kenyakinan/ Iman adalah satu tenaga energi yang menghidupkan manusia, dan tanpa kenyakinan berarti hancur.
SEDANGKAN IMAN YANG SEMPURNA HARUS MEMENUHI TIGA ASPEK:
a. Membenarkan dengan hati       ( تصديق بالقلب
b. Mengucapkan dengan lian          
اقرار باللسان
      c. Di amalkan dengan anggota badan 
وعمل بالاركان
Iman yang tanpa dibarengi dengan amal perbuatan seperti yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah dan para shahabatnya adalah “ Fasiq “ yang berarti merusak agama.
Sedangkan amal perbuatan tanpa didasari Iman adalah “ Munafiq “ yang berarti orang yang berwajah dua.
Ciri-ciri orang munafiq adalah:
  1. Jika berkata bohong.
  2. Jika berjanji mengingkari.
  3. Jika dipercaya berkhianat.
Iman seharusnya melahirkan minat beramal ibadah dengan tekun dan khusyu’, dengan menggerakkan gairah beramal kebajikan dengan tulus ihlas, akan mengantarkan manusia kepada taqwa.
Iman yang mencakup tiga aspek tersebut di atas disebut dengan Iman yang sempurna, yang di dalamnya ada kesatuan atau penyesuaian antara hati, lisan dan amal perbuatan. Iman yang demikian yang dapat membuahkan taqwa kepada Allah SWT
Di dalam Al Qur’an surat Al-Anfal ayat 2-4 Allah SWT Menegaskan:
انماالمؤمنون الذين اذاذكرالله وجلت قلوبهم واذا تليت عليهم اياته زادتهم ايمانا وعلى ربهم يتوكلون* الذين يقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون* اولئك هم المؤمنون حقالهم درجات عند ربهم ومغفرة ورزق كريم*
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, apabila disebut Asma Allah, maka gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan kepada mereka akan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka,bahkan mereka akan lebih bertawakal/berserah diri kepada Tuhan mereka, mereka adalah orang-orang yang mendirikan sholat dan membelanjakan sebagian harta yang telah kami berikan kepda mereka. Mereka itulah yang sebenar-benarnya Iman di sisi Tuhan, mereka mendapatkan berbagai derajat, ampunan dan rizki yang mulia”


IMAN KEPADA ALLAH

1.MA’RIFATUL IMAN (
معرفة الايمان)
DARI SEGI BAHASA, IMAN BERARTI PERCAYA
IMAN BERASAL DARI BAHASA ARAB 
امن  يوءمن  ايمانا
YANG BERATI PERCAYA, MEMBENARKAN
Menurut bahasa pengertian iman adalah “ Pengakuan kebenaran sesuatu dengan hati”
Di dalam Islam pengertian Iman adalah
الايمان  هو تصديق بالقلب واقرار باللسان وعمل بالاركان
Iman  adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan
ADAPUN PENDAPAT PARA PAKAR ANTARA LAIN:
  1. ABUL A’LA AL MAUDUDI
            Tauhid is the bedrock of Islam, its foundation its essence: Iman adalah akar landasan Islam, dasar dan pokoknya.
  1. MAHADMA GANDHI
            Without prayer, I should have been a lunatic long ago: Kalau tidak karena iman, sudah lama saya hancur.
  1. PROF WILLIAM JAMES
            Faith is one of the forces by which men live and the total ebsence of it means collapse: Kenyakinan/ Iman adalah satu tenaga energi yang menghidupkan manusia, dan tanpa kenyakinan berarti hancur.
SEDANGKAN IMAN YANG SEMPURNA HARUS MEMENUHI TIGA ASPEK:
a. Membenarkan dengan hati       ( تصديق بالقلب
b. Mengucapkan dengan lian          
اقرار باللسان
      c. Di amalkan dengan anggota badan 
وعمل بالاركان
Iman yang tanpa dibarengi dengan amal perbuatan seperti yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah dan para shahabatnya adalah “ Fasiq “ yang berarti merusak agama.
Sedangkan amal perbuatan tanpa didasari Iman adalah “ Munafiq “ yang berarti orang yang berwajah dua.
Ciri-ciri orang munafiq adalah:
  1. Jika berkata bohong.
  2. Jika berjanji mengingkari.
  3. Jika dipercaya berkhianat.
Iman seharusnya melahirkan minat beramal ibadah dengan tekun dan khusyu’, dengan menggerakkan gairah beramal kebajikan dengan tulus ihlas, akan mengantarkan manusia kepada taqwa.
Iman yang mencakup tiga aspek tersebut di atas disebut dengan Iman yang sempurna, yang di dalamnya ada kesatuan atau penyesuaian antara hati, lisan dan amal perbuatan. Iman yang demikian yang dapat membuahkan taqwa kepada Allah SWT
Di dalam Al Qur’an surat Al-Anfal ayat 2-4 Allah SWT Menegaskan:
انماالمؤمنون الذين اذاذكرالله وجلت قلوبهم واذا تليت عليهم اياته زادتهم ايمانا وعلى ربهم يتوكلون* الذين يقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون* اولئك هم المؤمنون حقالهم درجات عند ربهم ومغفرة ورزق كريم*
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, apabila disebut Asma Allah, maka gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan kepada mereka akan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka,bahkan mereka akan lebih bertawakal/berserah diri kepada Tuhan mereka, mereka adalah orang-orang yang mendirikan sholat dan membelanjakan sebagian harta yang telah kami berikan kepda mereka. Mereka itulah yang sebenar-benarnya Iman di sisi Tuhan, mereka mendapatkan berbagai derajat, ampunan dan rizki yang mulia”

v

0 komentar:

Posting Komentar

Tulkiyah © 2008 Template by:
SkinCorner